Kamis, 19 Desember 2019

Materi Direct Indirect Speech (present)


DIRECT INDIRECT SPEECH (PRESENT)

PENGERTIAN

a) Direct Speech
Direct Speech merupakan kalimat langsung yang diucapkan secara langsung oleh sang pembicara dimana di dalam tulisannya Direct Speech menggunakan tanda petik dua (apostrophe) di awal dan di akhir kalimatnya sebagaimana di dalam teks percakapan. Perhatikan contoh di bawah ini:
Rita says to me: “You are the best friend that I have ever had in my life!”
Rita berkata kepada saya: “Kamu adalah teman terbaik yang pernah saya miliki di hidup saya!”
b) Indirect Speech
Indirect Speech merupakan kalimat tidak langsung yang diutarakan atau diucapkan baik oleh orang lain atau pun oleh dirinya sendiri dan bentuknya tidak sama dengan kalimat langsung. Perhatikan contoh di bawah ini:
Rita says to me that I am the best friend that she had ever had in her life.
Rita berkata kepada saya bahwa saya adalah teman terbaik yang pernah dia miliki di hidupnya.
Kalimat Direct dan Indirect masing – masing memiliki induk kalimat dan anak kalimat. Induk kalimat disebut dengan introduce phrase dan berwarna ungu pada contoh di atas. Sedangkan anak kalimat disebut dengan reported words dan berwarna merah pada contoh di atas.

Aturan dalam Penulisan Direct dan Indirect Speech

Perubahan kalimat langsung (direct speech) ke dalam kalimat tidak langsung (indirect speech) dalam penulisannya terdapat beberapa aturan sebagai berikut:

1.  Tenses
Hal pertama yang berubah dari Direct Speech menjadi Indirect Speech yaitu tenses seperti tabel di bawah ini:
No.
Direct
Indirect
1.
Simple Present
Simple Past
2.
Present Continous
Past Continous
3.
Present Perfect
Past Perfect
4.
Present Perfect Continous
Past Perfect Continous
5.
Simple Past
Past Perfect
6.
Past Continous
Past Continous
7.
Past Perfect
Past Perfect
8.
Past Perfect Continous
Past Perfect Continous
9.
Simple Future
Past Future
10.
Future Continous
Past Future Continous
11.
Future Perfect
Past Future Perfect
12.
Future Perfect Continous
Past Future Perfect Continous

2.  Time and Place
Selain tenses, keterangan waktu dan tempat juga ikut berubah dalam kalimat Direct menjadi kalimat Indirect. Perhatikan tabel di bawah ini:
No.
Direct
Indirect
1.
Yesterday
The day before
2.
Now
Then
3.
Tonight
That night
4.
Today
That day
5.
Tomorrow
The day after / the following day
6.
Next week
A week after / the following week
7.
Here
There
8.
This
That
9.
These
Those

Note:
Kita boleh menggunakan Present Tense atau Past Tense jika kebenarannya masih terjadi hingga saat ini. Contoh:
“My name is Aiden,” he said. Maka bentuk Indirect nya yaitu: He said his name was Aiden, atau He said his name is Aiden.
3. Bentuk Kalimat
Selain hal – hal yang disebutkan di atas, bentuk kalimat juga mempengaruhi perubahan kalimat Direct ke kalimat Indirect.
1).  Statement (Kalimat pernyataan)
Dalam kalimat langsung (direct speech), kata yang dipakai dalam induk kalimat (introduce phrase) tidak hanya said dan told saja, akan tetapi dapat menggunakan kata – kata seperti suggested, admitted, advised, begged, ordered, promised, replied, agreed, dan lain – lain. Sedangkan dalam kalimat tidak langsung (indirect speech), perlu ditambahkan kata “that” untuk menghubungkan induk kalimat (introduce phrase) dengan anak kalimat (reported words).
Contoh:
ü  Direct Speech
Anna suggested Rio: “I think you have to come to your girlfriend and apologize for what you did to her.”

ü  Indirect Speech
Anna suggested Rio that she thought he had to come to his girlfriend and apologized for what he had done to her.

2).  Command (Kalimat perintah)
Command disini dapat berarti dua hal, yaitu menyuruh dan melarang. Menyuruh dapat berarti melakukan (bersifat positif), sedangkan melarang dapat berarti tidak melakukan (bersifat negatif).
a).  Positif (Menyuruh)
Dalam kalimat tidak langsung (indirect speech), ditambahkan kata “to” untuk menghubungkan induk kalimat dengan anak kalimat.
Contoh:
ü  Direct Speech
The girl asked me: “Open the window!”

ü  Indirect Speech
The girl asked me to open the window.



b).  Negatif (Melarang)
Dalam kalimat tidak langsung (indirect speech), ditambahkan kata “not to” untuk menghubungkan induk kalimat dengan anak kalimat.
Contoh:
ü  Direct Speech
Nita told Indah: “Don’t play outside alone!”

ü  Indirect Speech
Nita told Indah not to play outside alone.


3) Question (Kalimat tanya)
Question disini terbagi menjadi dua, yaitu:
a).   Jika pertanyaan menggunakan kata tanya berupa 5W +1 H (what, where, when, who, why, how), maka kata tanya tersebut menjadi penghubung antara induk kalimat (introduce phrase) dan anak kalimat (reported words).
Contoh:
ü  Direct Speech
He asked me: “When will we go to your house?”

ü  Indirect Speech
He asked me when we would go to my house.


b).   Jika pertanyaan yang jawabannya berupa yes/no, maka ditambahkan “if” untuk menghubungkan induk kalimat (introduce phrase) dan anak kalimat (reported words).
Contoh:
ü  Direct Speech
The teacher asked Doni: “Have you done the assignment?”
ü  Indirect Speech                                                                    
The teacher asked Doni if he had done the assignment.


Conditional Sentence Type 3


Conditional sentence type 3 merupakan kalimat pengandaian yang digunakan untuk mengekpresikan angan-angan yang diharapkan akan terjadi pada masa lampau, namun semua itu tidak terjadi dan tidak mungkin terjadi karena waktunya sudah berlalu. Ini hampir sama dengan conditional type 2. Bedanya, jika type 2 tidak terjadi karena suatu hal 'tidak' dilakukan, maka type 3 karena 'belum' dilakukan. Jika type 2 menggunakan simple past tense dan past future tense, 
maka type 3 menggunakan 
past perfect tense dan past future perfect tense. 

Misal, pada Jumat lalu kita berencana ingin memperbaiki computer kita, namun pd waktu itu kita 'belum' cukup uang, maka conditional type inilah yang digunakan.

  • I would have repaired my computer on Friday if I had had enough money (Aku bakal sudah memperbaiki laptopku Jumat lalu seandainya aku sudah punya cukup uang
    • Faktanya: I didn't have enough money, so I didn't repair on Friday (Aku tidak punya cukup uang jd tak memperbaiki pd hari Jumat)

Rumus 1, independent clause di depan:

Rumus 2, independent clause di belakang, ini hanya membalik posisi saja:


Untuk rumus fakta menggunakan 
simple past tense dimana jika kalimat conditionalnya berbentuk positive maka faktanya berbentuk negative dan begitu juga sebaliknya. Namun aturan itu tidak harus. Kita bisa membuatnya tetap dalam struktur positive yaitu dgn menggunakan lawan kata / antonym dari kata yang diconditionalkan tersebut. Contoh nanti bisa dilihat di paling bawah.



1. Suneo would have gone with Giant if he had waken up (Suneo bakal sudah pergi dgn Giant seandainya dia sudah bangun)
Faktanya: he didn't wake up, so he didn't go with Giant (dia tdk bangun, jadi dia tdk pergi dgn Giant)

2. I would have watched the movie if I'd bought a TV (aku bakal sudah menonton film itu seandainya sudah membeli TV)
Faktanya: I didn't buy a TV, so I didn't watch the movie (aku tak membeli TV, jadi aku tak nonton film itu)

3. She wouldn't have come if I hadn't called her (dia belum bakal datang kalau aku belum menelfonnya)
Faktanya: I called her, so she came (aku menelfonnya, jadi dia datang)

4. Would you have sent the file to me if I hadn't asked you? (apakah kamu bakal sudah mengirim file itu ke aku seandainya aku belum memintamu?)
Faktanya: I asked you, so you sent the file to me (aku memintamu, jadi kamu mengirimkan file itu ke aku)

5. I would have brought that bicycle if I'd paid for it (aku bakal sudah membawa sepeda itu seandainya aku sudah membayarnya)
Faktanya: I didn't pay that bicycle, so I didn't bring it (aku tdk membayar sepeda itu, jadi aku tak membawanya)

6. Sopo wouldn't have met Haji Udin if Jarwo hadn't forced him (Sopo belum bakal menemui Haji Udin jika Jarwo belum memaksanya)
Faktanya: Jarwo forced Sopo, so he met Haji Udin (Sopo memaksa Jarwo, jadi dia menemui Haji Udin)

7. Their relationship wouldn't have been declared by Ahmad if Mayang hadn't allowed (hubungan mereka belum bakal Ahmad umumkan jika Mayang belum mengizinkan)
Faktanya: Mayang allowed, so it was declared by Ahmad (Mayang mengizinkan, jadi itu diumumkan Ahmad)

8. They might have taken your peanuts if you hadn't put it into your bag (mereka mungkin sudah mengambil kacangmu seandainya kamu belum memasukannya ke dalam tasmu)
Faktanya: you put your peanuts, so they didn't take it (kamu memasukkan kacangmu, jadi mereka tak mengambilnya)

9. Mamat would have felled your mango tree if you hadn't come (Mamat bakal sudah menebang pohon manggamu seandainya kamu belum datang)
Faktanya: you came so he didn't fell your mango tree (kamu datang, jadi dia tak menebang pohon manggamu)

10. The supporters would have broken my car up if I hadn't taken it away from that place (para suporter bakal sudah merusak mobilku seandainya aku belum membawanya pergi dari tempat itu)
Faktanya: I took my car away, so they didn't break it (aku membawa mobilku pergi, jadi mereka tak merusaknya)


11. If you'd slept, I would have left you (seandainya kamu sudah tidur, aku bakal sudah meninggalkanmu)
Faktanya: you didn't sleep, so I didn't leave you (kamu tak tidur, jadi aku tak meninggalkanmu)

12. If she'd married, she might have had a baby (seandainya dia sudah menikah, mungkin dia sudah punya seorang bayi)
Faktanya: she didn't marry, so she didn't have a baby (dia tak menikah, jadi dia tak punya bayi)

13. If you'd been able to drive, would you have driven my car? (seandainya kamu sudah bisa menyetir, akankah kamu sudah menyetir mobilku?)
Faktanya: you weren't able to drive, so you didn't drive my car (kamu tak bisa menyetir, jadi kamu tak menyetir mobilku)

14. If her proposal had been approved by her advisor, she would have been cheerful (seandainya proposalnya sudah disetujui dosen pembimbingnya, dia bakal sudah riang gembira)
Faktanya: her proposal wasn't approved, so she wasn't cheerful (proposalnya tak disetujui, jadi dia tak riang gembira)

15. If you'd been at there, I would have given that book for you (seandainya kamu sudah di sana, aku bakal sudah memberikan buku itu untukmu)
Faktanya: you weren't at there, so I didn't give that book (kamu tak di sana, jadi aku tak memberikan buku itu)

Indefinite Pronouns


Indefinite pronouns do not refer to a specific person, place, or thing. In English, there is a particular group of indefinite pronouns formed with a quantifier or distributive preceeded by any, some, every and no.

Person
Place

All
everyone
everybody
everywhere
everything
Part (positive)
someone
somebody
somewhere
something
Part (negative)
anyone
anybody
anywhere
anything
None
no one
nobody
nowhere
nothing


Indefinite pronouns with  some and any are used to describe indefinite and incomplete quantities in the same way that some and any are used alone.
Indefinite pronouns are placed in the same location as a noun would go in the sentence.
Noun
Indefinite pronoun
I would like to go to Paris this summer.
I would like to go somewhere this summer.
Jim gave me this book.
Someone gave me this book.
I won't tell your secret to Sam.
I won't tell your secret to anyone.
I bought my school supplies at the mall.
I bought everything at the mall.

positive sentences
In affirmative sentences, indefinite pronouns using some are used to describe an indefinite quantity, the indefinite pronouns with every are used to describe a complete quantity, and the pronouns with no are used to describe an absence. Indefinite pronouns with no are often used in affirmative sentences with a negative meaning, but these are nevertheless not negative sentences because they are lacking the word not.
EXAMPLES
  • Someone is sleeping in my bed.
  • No one is sleeping in my bed.
  • He saw something in the garden.
  • There is nothing to eat.
  • Keith is looking for somewhere to live.
  • There is nowhere as beautiful as Paris.
Any and the indefinite pronouns formed with it can also be used in affirmative sentences with a meaning that is close to every: whichever person, whichever place, whichever thing, etc.
EXAMPLES
  • They can choose anything from the menu.
  • You may invite anybody you want to your birthday party.
  • We can go anywhere you'd like this summer.
  • He would give anything to get into Oxford.
  • Fido would follow you anywhere.

NEGATIVE SENTENCES
Negative sentences can only be formed with the indefinite pronouns that include any.
EXAMPLES
  • I don't have anything to eat.
  • She didn't go anywhere last week.
  • I can't find anyone to come with me.
NEGATIVE QUESTIONS
Indefinite pronouns with everysome, and any can be used to form negative questions. These questions can usually be answered with a "yes" or a "no"
Pronouns formed with any and every are used to form true questions, while those with some generally imply a question to which we already know or suspect the answer.
EXAMPLES                                    
  • Is there anything to eat?
  • Did you go anywhere last night?
  • Is everyone here?
  • Have you looked everywhere?
These questions can be turned in to false or rhetorical questions by making them negative. The speaker, when posing a question of this type, is expecting an answer of "no".
EXAMPLES              
  • Isn't there anything to eat?
  • Didn't you go anywhere last night?
  • Isn't everyone here?
  • Haven't you looked everywhere?
Some and pronouns formed with it is only used in questions to which we think we already know the answer, or questions which are not true questions (invitations, requests, etc.) The person asking these questions is expecting an answer of "Yes".
EXAMPLES
  • Are you looking for someone?
  • Have you lost something?
  • Are you going somewhere?
  • Could somebody help me, please? = request
  • Would you like to go somewhere this weekend? = invitation
These questions can be made even more definite if they are made negative. In this case, the speaker is absolutely certain he will receive the answer "Yes".
EXAMPLES
  • Aren't you looking for someone?
  • Haven't you lost something?
  • Aren't you going somewhere?
  • Couldn't somebody help me, please?
  • Wouldn't you like to go somewhere this weekend?

Pengertian, Penyebab, Jenis dan Dampak Inflasi

Pengertian Inflasi?

Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian di suatu negara dimana terjadi kecenderungan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam waktu yang panjang (kontinu) disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang. Kenaikan harga yang sifatnya sementara tidak termasuk dalam inflasi, misalnya kenaikan harga-harga menjelang hari raya Idul Fitri. Pada umumnya inflasi terjadi ketika jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan.
Inflasi adalah gejala ekonomi yang tidak mungkin dihilangkan secara tuntas. Berbagai upaya yang dilakukan biasanya hanya sebatas pengendalian inflasi saja.

Penyebab Inflasi

Menurut pengertian yang sudah dibahas di atas, tentu saja inflasi tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya inflasi. Secara umum, penyebab inflasi adalah karena terjadinya kenaikan permintaan dan biaya produksi. Secara rincinya, berikut adalah beberapa penyebab inflasi:

1. Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation)

Inflasi yang terjadi disebabkan karena peningkatan permintaan untuk jenis barang/jasa tertentu. Dalam hal ini, peningkatan permintaan jenis barang/jasa tersebut terjadi secara menyeluruh (agregat demand).
Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
  • Meningkatnya belanja pemerintah
  • Meningkatnya permintaan barang untuk diekspor
  • Meningkatnya permintaan barang untuk swasta

2. Meningkatnya Biaya Produksi (Cost Pull Inflation)

Inflasi yang terjadi karena meningkatnya biaya produksi. Adapun peningkatan biaya produksi disebabkan oleh kenaikan harga bahan-bahan baku, misalnya:
  • Harga bahan bakar naik
  • Upah buruh naik

3. Tingginya Peredaran Uang

Inflasi yang terjadi karena uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibanding yang dibutuhkan. Ketika jumlah barang tetap, sedangkan uang yang beredar meningkat dua kali lipat, maka bisa terjadi kenaikan harga-harga hingga 100%.

Jenis-Jenis Inflasi

Bukan hanya faktor-faktor penyebabnya saja yang berbeda-beda, inflasi pun ada beragam jenisnya. Utamanya, jenis-jenis inflasi dapat dibagi berdasarkan 3 hal, yakni tingkat keparahan, penyebab dan sumbernya. Berikut ini kita lihat pembagian secara detilnya:

Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Berdasarkan tingkat keparahannya, inflasi dibagi menjadi 4 yaitu:
  • 1. Inflasi Ringan, yaitu inflasi yang mudah untuk dikendalikan dan belum begitu menganggu perekonomian suatu negara. Terjadi kenaikan harga barang/jasa secara umum, yaitu di bawah 10% per tahun dan dapat dikendalikan.
  • 2. Inflasi Sedang, yaitu inflasi yang dapat menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat berpenghasilan tetap, namun belum membahayakan aktivitas perekonomian suatu negara. Inflasi ini berada di kisaran 10% – 30% per tahun.
  • 3. Inflasi Berat, yaitu inflasi yang mengakibatkan kekacauan perekonomian di suatu negara. Pada kondisi ini umumnya masyarakat lebih memilih menyimpan barang dan tidak mau menabung karena bunganya jauh lebih rendah ketimbang nilai inflasi. Inflasi ini berada di kisaran 30% – 100% per tahun.
  • 4. Inflasi Sangat Berat (Hyperinflation), yaitu inflasi yang telah mengacaukan perekonomian suatu negara dan sangat sulit untuk dikendalikan meskipun dilakukan kebijakan moneter dan fiskal. Inflasi ini berada di kisaran 100% ke atas per tahun.
  • Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

    Berdasarkan penyebabnya, inflasi dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
    • Demand pull inflation, yaitu inflasi yang terjadi karena permintaan akan barang/ jasa lebih tinggi dari yang bisa dipenuhi oleh produsen.
    • Cost push inflation, yaitu inflasi yang terjadi karena terjadi kenaikan biaya produksi sehingga harga penawaran barang naik.
    • Bottle neck inflation, yaitu inflasi campuran yang disebabkan oleh faktor penawaran atau faktor permintaan.

Dampak Inflasi

Mengingat pengertian inflasi yang sudah kita bahas di atas, kondisi ekonomi seperti ini tentu memiliki dampak positif dan negatif bagi suatu negara—maupun rakyatnya. Dampak-dampak ini dapat kita lihat melalui beberapa aspek kehidupan masyarakat. Berikut adalah beberapa dampak inflasi secara umum:

1. Dampak Inflasi Terhadap Pendapatan

Inflasi dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap pendapatan masyarakat. Pada kondisi tertentu, misalnya inflasi lunak, justru akan mendorong para pengusaha untuk memperluas produksi sehingga meningkatkan perekonomian. Namun, inflasi akan berdampak buruk bagi mereka yang berpenghasilan tetap karena nilai uangnya tetap, sedangkan harga barang/ jasa naik.

2. Dampak Inflasi Terhadap Ekspor

Kemampuan ekspor suatu negara akan berkurang ketika mengalami inflasi, karena biaya ekspor akan lebih mahal. Selain itu, daya saing barang ekspor juga mengalami penurunan, yang pada akhirnya pendapatan dari devisa pun berkurang.

3. Dampak Inflasi Terhadap Minat Menabung

Seperti yang telah disebutkan pada pengertian inflasi di atas, pada kondisi inflasi, minat menabung sebagian besar orang akan berkurang. Alasannya, karena pendapatan dari bunga tabungan jauh lebih kecil, sedangkan penabung harus membayar biaya administrasi tabungannya.

4. Dampak Inflasi Terhadap Kalkulasi Harga Pokok

Kondisi inflasi akan mengakibatkan perhitungan penetapan harga pokok menjadi sulit, karena bisa menjadi terlalu kecil atau terlalu besar. Persentase inflasi yang terjadi di masa depan seringkali tidak dapat diprediksi dengan akurat.
Hal ini kemudian akan membuat proses penetapan harga pokok dan harga jual menjadi tidak akurat. Pada kondisi tertentu, inflasi akan membuat para produsen kesulitan dan mengakibatkan kekacauan perekonomian.


daftar Pustaka :

Contoh Surat Dalam Bahasa Inggris

PENJELASAN TENTANG LETTER DAN JENISNYA DALAM BAHASA INGGRIS

Pengertian letter text dalam Bahasa Inggris : letter atau surat jika dilihat dari pengertian umumnya adalah sebuah sarana komunikasi tertulis yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu pihak kepada pihak lain. Penggunaan letter atau surat mencakup banyak sekali kepentingan, misalnya saja letter tentang undangan pertemuan, complaint letter (surat pengaduan), contract letter (surat kontrak), dan masih banyak lagi yang lainnya.
Ternyata berdasarkan kepentingan dan pengirimnya, letter dibagi menjadi tiga jenis. Berikut ini adalah jenis – jenis letter dalam Bahasa Inggris beserta masing – masing penjelasan dan contohnya.
Personal Letter (Surat Pribadi)
Personal letter atau surat pribadi adalah surat yang berisi masalah atau kepentingan pribadi seseorang. Umumnya personal letter akan menggunakan bahasa yang informal. Dalam membuat surat pribadi kita bisa memperhatikan bagian – bagian surat pribadi berikut ini :
Heading : Umumnya berisi tanggal surat dan alamat pengirim.
Greeting : Sapaan bagi si penerima surat, biasa dikenal juga dengan istilah “salutation”, misalnya “Dear Kiki”
Body : Isi surat yang menceritakan kepentingan pribadi orang tersebut.
Closing : Berisi salam penutup dari pengirim bagi penerima surat.
Signature and Name : Bagian tanda tangan dan nama pengirim juga bisa kita tambahkan kedalam sebuah surat pribadi atau Personal Letter.
Contoh Personal Letter Dalam Bahasa Inggris
Kenali Village
May 24, 2016
Dear Zenny,
I am sorry about our dinner last night. It was all my fault, I didn’t come on time because I was so busy at work. How about going out with me tonight to replace our dinner? I will not be late this time, I promise. I’d like to apologize again for our dinner last night.
Your Friend,
Danny
Nah seperti itulah contoh personal letter singkat dalam Bahasa Inggris. Sekarang kita akan membahas jenis letter yang lainnya.
Social Letter (Surat Sosial)
Social letter atau surat social adalah surat yang dibuat saat seseorang atau sebuah instansi ingin mempererat hubungan antara keduanya. Dengan kata lain, social letter bertujuan untuk mempererat hubungan antar individu atau instansi baik dalam kerjasama maupun silaturahmi atau hubungan masyarakat. Jenis surat ini dapat juga dipakai antar kerabat atau teman dekat, dan meskipun bersifat santai dan cenderung informal, namun dalam penulisannya masih memperhatikan penggunaan tanda baca yang tepat.
Contoh Social Letter Dalam Bahasa Inggris
Boemi Manti 2
Gedaton,
Lumbung.
24th May 2016.
Dear Gide,
I am very happy when i know that you win the Young Scientist Award for popularization of linguistic. Your articles on linguistic topics like Second Language acquisition, Psycholinguistic, Syntax, Semantic and English For Kids have become very popular, especially among the language teacher. Some of these articles have finaly found their way into text-books. You have inspired a lot of linguist to start their own research. For your insightfulness and valuable contribution, a science-journal has noted that you are the new Chomsky.
You have made all your college-mates proud. May you continue to succeed and make a mark in the international field?
Let the Almighty bless you with more success!
Yours sincerely,
Pradata Rakha
Business Letter (Surat Bisnis)
Business Letter atau surat bisnis adalah surat yang digunakan dalam kegiatan – kegiatan yang berhubungan dengan bisnis atau pekerjaan. Biasanya surat ini berfungsi sebagai media penghubung antara organisasiatau perusahaan dengan klien atau rekan kerja. Banyak sekali contoh yang termasuk kedalam business letter ini, misalnya saja : surat perintah kerja, surat perjanjian, surat pemberhentian hubungan kerja dan lainnya.
Contoh Business Letter Dalam Bahasa Inggris
Image result for contoh business letter




daftar pustaka: